Danhoppermedia.com – Sebuah video yang menampilkan aksi personel Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) saat mengamankan Presiden Prabowo Subianto di London, Inggris, mendadak viral di media sosial. Video tersebut memperlihatkan seorang anggota Paspampres meminta sejumlah orang, termasuk jurnalis inggris, untuk menjauh dari jalur yang akan dilalui Presiden. Unggahan itu langsung memicu berbagai reaksi dari warganet.
Read More : Sby Tak Salami Kapolri Saat Hut Ke-80 Tni, Demokrat: Jangan Disimpulkan Ada Masalah!
Banyak yang menilai tindakan tersebut sebagai upaya membatasi kerja pers. Namun, di sisi lain, ada juga yang memahami bahwa pengamanan kepala negara memiliki prosedur ketat yang harus dijalankan. Lantas, bagaimana sebenarnya penjelasan resmi dari pihak Paspampres? Berikut ulasan lengkapnya.
Kronologi Video Paspampres yang Viral di Media Sosial
Peristiwa ini terjadi saat Presiden RI Prabowo Subianto menjalani rangkaian kunjungan kenegaraan di London, Inggris. Dalam video yang beredar, terlihat seorang personel Paspampres meminta beberapa jurnalis lokal untuk menjauh dari area yang akan dilalui Presiden.
Permintaan tersebut bertujuan untuk menjaga jalur tetap steril demi keamanan. Namun, salah satu jurnalis terlihat keberatan dan menolak menjauh. Ia menyampaikan protes dengan alasan bahwa liputan di ruang publik seharusnya tidak dibatasi. Situasi ini pun terekam kamera dan menyebar luas di media sosial. Banyak warganet menarasikan bahwa Paspampres seolah-olah “mengusir” wartawan yang sedang menjalankan tugas jurnalistik.
Reaksi Warganet dan Sorotan Publik
Tak butuh waktu lama, video tersebut langsung menjadi bahan perbincangan. Kolom komentar di penuhi berbagai opini. Sebagian netizen menilai tindakan personel Paspampres terlalu tegas dan berpotensi membatasi kebebasan pers.
Namun, ada juga yang berpandangan bahwa pengamanan kepala negara di luar negeri tentu memiliki standar khusus. Apalagi, Presiden merupakan simbol negara yang keselamatannya harus di jaga secara maksimal. Perbedaan pandangan inilah yang membuat isu ini semakin ramai di bahas, baik di media sosial maupun di media massa.
Penjelasan Resmi Asintel Danpaspampres
Menanggapi viralnya video tersebut, Asintel Danpaspampres, Kolonel Infanteri Mulyo Junaidi, memberikan klarifikasi resmi kepada media pada Rabu (28/1/2026). Ia menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan investigasi mendalam terkait peristiwa tersebut. Hasilnya, personel yang bersangkutan di nilai telah menjalankan tugas sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku.
“Setelah melalui investigasi mendalam, dapat kami sampaikan bahwa yang bersangkutan telah menjalankan tugas pengamanan kepala negara sesuai dengan SOP,” ujar Junaidi. Menurutnya, baik ucapan maupun tindakan personel Paspampres dalam video tersebut sudah proporsional dan sesuai dengan prosedur pengamanan. “Tindakan dan ucapan dari yang bersangkutan seperti yang terlihat di footage tersebut sudah sesuai dengan prosedur yang harus di lakukan,” tambahnya.
Read More : Video Aksi Heroik! Warga Depok Tidak Sadar Tawarkan Bantuan Dorong Truk Mogok Hasil Curian!
Komitmen Paspampres dalam Menjaga Keamanan Presiden
Lebih lanjut, Junaidi juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang telah memberikan perhatian terhadap isu ini. Ia menegaskan bahwa masukan dari publik menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kinerja ke depan. Paspampres, kata dia, berkomitmen penuh untuk terus menjamin keselamatan Presiden sesuai dengan ketentuan yang berlaku, baik di dalam maupun luar negeri.
“Paspampres mengucapkan terima kasih atas perhatian yang di berikan dan berkomitmen untuk terus menjamin keselamatan Kepala Negara,” tegasnya. Pengamanan Presiden di luar negeri memang membutuhkan koordinasi ketat dengan aparat setempat dan harus mengikuti protokol internasional. Dalam kondisi tertentu, pembatasan area menjadi langkah yang tak terhindarkan demi mencegah potensi ancaman.
Kesimpulan
Viralnya video Paspampres yang di tegur jurnalis Inggris menjadi pengingat bahwa tugas pengamanan kepala negara sering kali berada di persimpangan antara keamanan dan kebebasan pers. Meski menuai pro dan kontra, pihak Paspampres menegaskan bahwa tindakan personelnya telah sesuai SOP.
Melalui klarifikasi resmi ini, diharapkan masyarakat dapat memahami bahwa prioritas utama pengamanan Presiden adalah keselamatan. Di sisi lain, Paspampres juga terus berupaya menjaga komunikasi dan profesionalisme dalam menghadapi berbagai situasi di lapangan.