8 Hari Pencarian Korban Longsor Cisarua, 60 Kantong Jenazah Ditemukan, 44 Teridentifikasi

Pencarian Korban Longsor

Danhoppermedia.com – Pencarian korban longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, terus di lakukan secara intensif oleh tim SAR gabungan. Memasuki hari kedelapan, Sabtu (31/1/2026), proses evakuasi masih berlangsung dengan penuh kehati-hatian di tengah cuaca yang tidak menentu dan ancaman longsor susulan.

Read More : Bully 20 Siswa Di Blitar Viral: Korban Baru Diserang Saat Mpls

Hingga saat ini, petugas telah menemukan puluhan korban yang tertimbun material longsor. Proses identifikasi pun terus di kebut agar para korban bisa segera di serahkan kepada pihak keluarga.

Proses Pencarian Memasuki Hari Kedelapan

Kepala Kantor SAR Bandung, Ade Dian Permana, menjelaskan bahwa pencarian pada hari kedelapan masih di lakukan secara maksimal. Tim SAR membagi area pencarian menjadi tiga sektor utama, yaitu sektor A, B, dan C, untuk mempermudah koordinasi dan mempercepat proses evakuasi. “Untuk metode pencarian, saat ini kami menggunakan cara manual, bantuan anjing pelacak (K9), serta sejumlah alat berat,” ujar Ade kepada awak media.

Metode manual tetap di lakukan untuk menjangkau area yang sulit di lalui alat berat. Sementara itu, anjing pelacak membantu mendeteksi keberadaan korban di bawah timbunan tanah dan bebatuan.

Ribuan Personel dan Alat Berat Dikerahkan

Dalam upaya mempercepat pencarian korban, tim SAR gabungan mengerahkan ribuan personel dari berbagai instansi. Tercatat sebanyak 3.675 personel di terjunkan langsung ke lokasi bencana. Selain itu, sebanyak 17 unit excavator dan 22 unit anjing pelacak K9 juga di kerahkan.

Kehadiran alat berat sangat membantu dalam membuka akses dan memindahkan material longsor yang menimbun pemukiman warga. Ade menegaskan bahwa meskipun fokus pada kecepatan, keselamatan seluruh petugas tetap menjadi prioritas utama selama operasi berlangsung.

Data Korban,  60 Bodypack Ditemukan, 44 Teridentifikasi

Berdasarkan data terbaru Kantor SAR Bandung per Jumat (30/1/2026), tim gabungan telah menemukan sebanyak 60 kantong jenazah atau bodypack. Dari jumlah tersebut, sebanyak 44 korban telah berhasil di identifikasi oleh tim DVI (Disaster Victim Identification). Sementara itu, 16 korban lainnya masih dalam proses identifikasi lebih lanjut.

Proses identifikasi di lakukan secara teliti melalui pemeriksaan medis, sidik jari, hingga pencocokan data keluarga. Hal ini di lakukan agar tidak terjadi kesalahan dalam penyerahan jenazah.

Penyebab Longsor Menurut PVMBG

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyebutkan bahwa longsor di wilayah Gunung Burangrang ini di picu oleh curah hujan tinggi yang terjadi dalam beberapa hari sebelum kejadian, yakni pada 23 Januari 2026.

Read More : Potret Tugu Gabus Di Tambun Bekasi Viral! Objek Simbolis Ini Mendadak Jadi Spot Foto Wajib!

Curah hujan yang tinggi menyebabkan tanah menjadi jenuh air dan kehilangan daya ikat. Akibatnya, terjadi pergerakan tanah yang memicu longsor besar dan menimbun permukiman warga. PVMBG juga mengingatkan bahwa wilayah Cisarua termasuk daerah rawan bencana pergerakan tanah, terutama saat musim hujan.

Baca juga: Girik dan Letter C Masih Bisa Jadi Dasar Bikin SHM meski Tak Berlaku, Kapan Batas Waktunya? Ini Kata BPN

Waspada Longsor Susulan dan Perpanjangan Masa Tanggap Darurat

Ade Dian Permana berharap kondisi cuaca dapat mendukung agar proses pencarian berjalan lancar. Ia juga mengingatkan seluruh personel untuk selalu waspada terhadap potensi longsor susulan. “Waspada serta saling mengingatkan potensi bahaya saat pelaksanaan operasi SAR di lapangan, mengingat ancaman longsor susulan masih ada,” ujarnya.

Sebelumnya, pemerintah daerah telah menetapkan masa tanggap darurat hingga Jumat (6/2/2026). Penyesuaian waktu ini di lakukan agar proses pencarian korban dapat di lakukan secara optimal tanpa mengabaikan aspek keselamatan.

Tragedi longsor di Cisarua ini menjadi duka mendalam bagi masyarakat Kabupaten Bandung Barat. Hingga hari kedelapan Pencarian Korban Longsor, puluhan korban telah di temukan, namun upaya evakuasi masih terus di lakukan. Pemerintah, tim SAR, dan relawan berharap seluruh korban dapat segera di temukan dan proses pemulihan pascabencana dapat berjalan dengan baik. Ke depan, mitigasi bencana dan kewaspadaan masyarakat menjadi kunci penting untuk mengurangi risiko kejadian serupa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *