Danhoppermedia.com – Kalau Anda sedang berkunjung ke Sukabumi dan mencari tempat makan yang legendaris, nama Sop H Mamad hampir pasti masuk dalam daftar rekomendasi. Warung sederhana yang berada di gang sempit Jalan Gembira, Leuwi Goong, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat ini, setiap pagi selalu di penuhi antrean pembeli.
Read More : Netizen Soroti Absennya Sheila On 7
Menariknya, sejak pukul 07.00 WIB, puluhan orang sudah berjejer rapi demi bisa menikmati seporsi sop hangat. Bukan tanpa alasan, karena rasa khas dan sejarah panjang membuat Sop H Mamad tetap eksis hingga sekarang.
Antrean Pagi di Gang Sempit yang Selalu Ramai
Setiap pagi, suasana di sekitar Warung Sop H Mamad sudah ramai. Pembeli datang dari berbagai kalangan, mulai dari warga lokal, wisatawan, hingga rombongan komunitas motor gede dari Jakarta. Tempat duduk yang terbatas sering kali tidak mampu menampung jumlah pengunjung. Alhasil, banyak pelanggan harus rela berdiri dan menunggu giliran.
Namun, hal ini justru menjadi bukti bahwa kuliner legendaris di Sukabumi ini masih sangat di minati. Menurut pemilik warung, hari Sabtu dan Minggu menjadi waktu paling ramai. Pada hari tersebut, pembeli dari Bogor dan Jakarta biasanya memadati warung sejak pagi.
Menu Favorit Sop H Mamad yang Selalu Diburu
Salah satu daya tarik utama Sop H Mamad tentu saja terletak pada menunya. Tedi Setiadi, selaku pemilik, mengatakan bahwa menu sop menjadi primadona. Beberapa menu favorit yang paling sering di pesan antara lain:
- Sop kaki
- Sop daging
- Sop lidah
- Sop kikil
- Dendeng paru
Selain itu, tersedia juga aneka jeroan seperti babat, paru, dan limpa. Semua di sajikan dengan kuah bening yang gurih dan aroma rempah yang khas. Dengan harga mulai dari Rp30 ribu per porsi, pelanggan sudah bisa menikmati hidangan yangmengenyangkan dan berkualitas.
Sejarah Panjang Warung Sop H Mamad Sejak 1959
Sop H Mamad bukan sekadar warung makan biasa. Tempat ini memiliki sejarah panjang yang di mulai sejak tahun 1959. Usaha ini pertama kali di rintis oleh almarhum ayah Tedi. Pada awalnya, sang ayah berjualan dengan cara di pikul, lalu berjualan di emperan toko, hingga akhirnya bisa menyewa tempat sendiri.
Sejak tahun 1991, warung ini menetap di lokasi sekarang. Kini, Tedi sebagai generasi kedua meneruskan usaha keluarga tersebut. Berkat konsistensi rasa dan pelayanan, Sop H Mamad tetap bertahan lebih dari 60 tahun.
Pelanggan Setia dari Berbagai Daerah
Tidak hanya warga Sukabumi, pelanggan Sop H Mamad juga datang dari luar kota. Banyak di antaranya merupakan pelanggan lama yang sengaja datang hanya untuk sarapan. Tedi mengungkapkan bahwa sebagian besar pengunjung dari Bogor dan Jakarta memang sudah menjadi langganan.
Mereka rela menempuh perjalanan jauh demi menikmati semangkuk sop favorit. Hal ini menunjukkan bahwa kualitas rasa yang di tawarkan benar-benar mampu membangun loyalitas pelanggan.
Read More : Perseteruan Makin Panas! DJ Panda Vs Erika Carlina & DJ Bravy, Ada Apa di Balik Layar?
Testimoni Pelanggan âRasanya Beda dari yang Lainâ
Salah satu pelanggan asal Jakarta Selatan, Ahya Saloka, mengaku selalu mampir ke Sop H Mamad saat berlibur ke Sukabumi. Menurutnya, sop daging dan kikil menjadi menu favorit karena memiliki cita rasa yang berbeda di bandingkan tempat lain. Kuahnya gurih, dagingnya empuk, dan bumbunya terasa pas.
Selain sop, Ahya juga merekomendasikan perkedel yang menjadi pelengkap sempurna. Teksturnya lembut dan rasanya gurih, cocok disantap bersama sop hangat.
Baca juga: Paspampres Buka Suara Soal Video Anggotanya yang Viral di London
Wajib Masuk Daftar Wisata Kuliner Sukabumi
Sop H Mamad bukan hanya sekadar tempat makan, tetapi juga bagian dari sejarah kuliner Sukabumi. Dengan resep turun-temurun, rasa yang konsisten, dan harga yang terjangkau, warung ini berhasil mempertahankan eksistensinya selama puluhan tahun.
Bagi anda yang berencana berkunjung ke Sukabumi, sempatkanlah datang lebih pagi agar tidak kehabisan. Menikmati sop hangat di gang sempit ini bisa menjadi pengalaman kuliner yang berkesan dan sulit di lupakan.