danhoppermedia.com – Media sosial kembali di hebohkan dengan video yang memperlihatkan pasangan suami istri bersujud memohon bantuan kepada Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution. Dalam video yang beredar luas, pasangan tersebut mengaku kesulitan membayar biaya pengobatan anak mereka yang sedang di rawat di rumah sakit akibat luka tusuk. Peristiwa ini langsung menarik perhatian masyarakat dan memunculkan berbagai reaksi dari warganet.
Pasangan tersebut terlihat datang ke Kantor Gubernur Sumatera Utara di Medan sambil membawa harapan agar mendapatkan bantuan. Sang ibu mengungkapkan bahwa keluarganya sudah tidak memiliki kemampuan finansial untuk melanjutkan pengobatan anaknya yang sedang menjalani perawatan intensif.
Tagihan Rumah Sakit Membengkak Hingga Lebih dari Rp80 Juta
Dalam video tersebut, sang ibu menjelaskan bahwa anaknya sedang di rawat di RS Mitra Medika Premiere. Ia mengaku telah melakukan berbagai upaya untuk membiayai pengobatan, termasuk menggadaikan rumah yang di miliki keluarga. Meski begitu, biaya yang harus di bayar masih sangat besar.
Menurut pengakuannya, keluarga masih memiliki tunggakan sekitar Rp80 juta lebih yang belum mampu di lunasi. Dengan penuh haru, ia meminta bantuan kepada Bobby Nasution karena merasa sudah tidak memiliki tempat lain untuk mengadu. Kondisi ini pun menyentuh hati banyak orang. Tidak sedikit masyarakat yang merasa prihatin melihat perjuangan keluarga tersebut demi kesembuhan sang anak.
Dinkes Sumut Langsung Turun Tangan Menangani Kasus
Menanggapi viralnya video tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Sumatera Utara, Faisal Hasrimy, menyatakan bahwa pihaknya segera melakukan penelusuran. Dinkes juga langsung berkoordinasi dengan rumah sakit yang menangani pasien.
Berdasarkan informasi yang di peroleh, pasien pertama kali menjalani perawatan di RS Pertamina Pangkalan Brandan. Perawatan d ilakukan setelah pasien mengalami luka tusuk akibat benda tajam pada akhir Mei 2026. Setelah mendapat penanganan darurat, dokter menyarankan agar pasien di rujuk ke rumah sakit lain. Rujukan di berikan karena pasien membutuhkan penanganan dari dokter spesialis Bedah Thoraks Kardiovaskular yang tersedia di Kota Medan.
Keluarga pasien kemudian memutuskan untuk melanjutkan pengobatan di RS Mitra Medika Premiere. Namun, rumah sakit tersebut di ketahui belum bekerja sama dengan BPJS Kesehatan. Akibatnya, seluruh biaya pengobatan harus di tanggung sendiri oleh pihak keluarga pasien.
Baca juga: Fortuner Diamuk Warga di Tanah Abang, Ini Kronologi dan Fakta yang Terungkap
Total Biaya Pengobatan Mencapai Rp147 Juta
Menurut penjelasan Dinkes Sumut, sejak awal pihak rumah sakit telah memberikan informasi mengenai estimasi biaya pengobatan yang cukup besar. Bahkan sebelum tindakan operasi di lakukan, keluarga pasien sudah menandatangani persetujuan dengan perkiraan biaya mencapai Rp147 juta.
Seiring berjalannya proses pengobatan, keluarga mulai merasa keberatan dengan besarnya biaya yang harus di bayarkan. Karena itu, Dinkes Sumut bersama pihak RS Pertamina Pangkalan Brandan melakukan komunikasi dengan rumah sakit tempat pasien di rawat untuk mencari solusi.
Hasilnya, pihak rumah sakit memberikan keringanan biaya sehingga total tagihan berkurang menjadi sekitar Rp129,5 juta. Setelah di kurangi deposit yang telah di bayarkan keluarga sebesar Rp45 juta, sisa tagihan yang masih harus di lunasi mencapai sekitar Rp84,5 juta. Selain itu, rumah sakit juga memberikan kelonggaran waktu pembayaran hingga 10 Juni 2026 agar keluarga memiliki kesempatan mencari solusi terbaik.
Pentingnya Memanfaatkan Program UHC dan Probis Sumut Berkah
Kasus ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk memanfaatkan layanan kesehatan yang telah di sediakan pemerintah. Faisal Hasrimy menjelaskan bahwa Pemerintah Provinsi Sumatera Utara memiliki program Universal Health Coverage (UHC) dan Probis Sumut Berkah yang dapat membantu masyarakat memperoleh layanan kesehatan tanpa terbebani biaya besar.
Melalui program tersebut, kamu bisa mendapatkan pelayanan kesehatan di fasilitas yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan hanya dengan menunjukkan KTP. Banyak rumah sakit berkualitas yang sudah tergabung dalam program ini sehingga masyarakat tetap dapat memperoleh layanan medis yang memadai.
Pemerintah berharap masyarakat lebih memahami mekanisme layanan kesehatan yang tersedia agar kejadian serupa tidak kembali terjadi. Dengan memanfaatkan program UHC dan Probis Sumut Berkah, beban biaya pengobatan dapat di tekan sehingga keluarga pasien bisa lebih fokus pada proses pemulihan dan kesembuhan.