Danhoppermedia.com – Banjir kembali melanda kawasan Kebon Pala, Kampung Melayu, Jakarta Timur, pada Kamis (29/1/2026). Ketinggian air dilaporkan mencapai 135 sentimeter (cm) sejak pagi hari. Kondisi ini membuat aktivitas warga lumpuh dan memaksa sebagian besar penduduk bertahan di lantai dua rumah mereka. Hujan deras yang mengguyur Jakarta sejak Rabu malam menjadi pemicu utama terjadinya banjir. Selain itu, meningkatnya debit air sungai juga memperparah kondisi di wilayah langganan genangan ini.
Read More : Catat 28 Rute TransJakarta yang Terlambat hingga Dialihkan Imbas Banjir Kamis Pagi
Ketinggian Air Terus Meningkat Sejak Pagi Hari
Ketua RT 13/RW 04 Kampung Melayu, Sanusi, menyampaikan bahwa ketinggian air mulai meningkat sejak pukul 05.00 WIB. “Pagi ini, sekitar pukul 08.30 WIB, ketinggian air sudah mencapai 135 sentimeter,” ujar Sanusi. Menurutnya, hujan yang turun dalam waktu lama membuat volume air terus bertambah. Apalagi, kondisi pintu air sudah berada di status siaga.
“Kalau hujannya lama dan penampungan air sudah siaga tiga, otomatis banjir bisa makin tinggi,” jelasnya. Bahkan sejak Rabu malam, air sudah hampir mencapai satu meter. Hingga Kamis pagi, genangan masih terus naik dan belum menunjukkan tanda-tanda surut.
Warga Bertahan di Rumah dan Belum Mengungsi
Meski ketinggian air cukup mengkhawatirkan, hingga saat ini belum ada warga yang mengungsi ke tempat penampungan. Sebagian besar warga memilih bertahan di rumah masing-masing dengan menempati lantai dua. Barang-barang penting dan perabot rumah tangga juga sudah di amankan ke tempat yang lebih tinggi.
“Belum ada yang mengungsi. Warga masih bertahan di lantai dua,” tegas Sanusi. Namun, kondisi ini tetap membuat warga waspada. Mereka terus memantau perkembangan air sambil menunggu bantuan jika situasi memburuk.
Data Titik Banjir di Jakarta Timur dan Jakarta Barat
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat sebanyak 17 rukun tetangga (RT) di Jakarta Timur dan Jakarta Barat terendam banjir. Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD, Mohamad Yohan, menyebutkan bahwa ketinggian air bervariasi.
“Di Jakarta Timur mencapai 1,3 hingga 1,5 meter, sementara di Jakarta Barat rata-rata sekitar 30 sentimeter,” ujarnya. Wilayah yang terdampak merupakan daerah yang berada di sekitar aliran sungai, sehingga rawan terdampak luapan saat hujan deras.
Penyebab Banjir, Hujan Deras dan Luapan Sungai
Menurut BPBD, banjir kali ini di sebabkan oleh curah hujan tinggi yang mengguyur Jakarta dan sekitarnya sejak Rabu (28/1/2026). Akibatnya, debit air di Bendung Katulampa naik ke status Waspada atau Siaga 3. Selain itu, beberapa pos pantau juga mencatat peningkatan volume air di Sungai Ciliwung dan Kali Pesanggrahan. Luapan dari dua sungai tersebut akhirnya merendam permukiman warga. “Penyebab utama adalah curah hujan tinggi serta luapan Sungai Ciliwung dan Kali Pesanggrahan,” kata Yohan.
Read More : Banjir di Jalan DI Panjaitan Jaktim, Lalu Lintas Padat Merayap
Imbauan BPBD untuk Masyarakat
BPBD DKI Jakarta mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi banjir susulan. Warga di minta memantau informasi cuaca dan perkembangan debit air secara berkala. Selain itu, masyarakat juga di sarankan untuk menyiapkan dokumen penting, obat-obatan, dan perlengkapan darurat jika sewaktu-waktu harus mengungsi. Petugas gabungan dari BPBD, TNI, Polri, dan relawan terus disiagakan untuk membantu evakuasi serta penanganan banjir di wilayah terdampak.
Baca juga: Suara Netizen! Mana Yang Lebih Disukai: Padel Atau Pilates? Olahraga Baru Jadi Perdebatan!
Kesimpulan
Banjir setinggi 135 cm di Kampung Melayu menunjukkan bahwa wilayah ini masih rentan terhadap genangan saat hujan deras. Meski warga belum mengungsi, kondisi tetap perlu diwaspadai karena air masih berpotensi naik.
Dengan kerja sama antara pemerintah dan masyarakat, diharapkan dampak banjir bisa diminimalkan. Warga diimbau tetap waspada, menjaga keselamatan, dan mengikuti arahan petugas demi menghindari risiko yang lebih besar.