Danhoppermedia.com – Nasib malang di alami seorang Bocah Asal Cianjur berinisial CS. Bocah berusia delapan tahun ini menjadi korban serangan kawanan anjing liar saat pulang sekolah. Peristiwa ini terjadi di Kampung Cilimus, Desa Mekarjaya, Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur, dan sempat viral di media sosial karena kondisi korban yang memprihatinkan. Berikut ini rangkuman lengkap 6 fakta bocah di Cianjur di serang kawanan anjing liar yang perlu anda ketahui.
Read More : Waspada Macet! Dua Titik Demo Besar Di Jakarta Hari Ini 3 November 2025, Hindari Area Ini!
1. Peristiwa Viral di Media Sosial
Kejadian ini pertama kali ramai di bicarakan setelah videonya beredar luas di media sosial. Dalam video tersebut, terlihat tubuh korban di gendong oleh seorang pria dewasa. Tampak jelas bekas gigitan di bagian perut, kaki, dan lengan, di sertai darah yang masih mengalir. Kondisi korban yang penuh luka membuat banyak warganet merasa prihatin sekaligus khawatir dengan keamanan lingkungan sekitar.
2. Diserang Saat Pulang Sekolah
Berdasarkan keterangan warga dan pihak desa, peristiwa ini terjadi pada Kamis (29/1) siang. Saat itu, CS baru saja pulang sekolah dan berjalan kaki menuju rumahnya. Tanpa di duga, delapan ekor anjing liar yang berkumpul di sekitar jalan langsung menyerangnya. Korban tidak sempat menghindar karena serangan terjadi secara tiba-tiba. Kepala Desa Mekarjaya, Ahmad Saepudin, mengatakan bahwa anjing-anjing tersebut memang sering terlihat berkeliaran di sekitar lokasi.
3. Korban Sempat Berusaha Melarikan Diri
Saat di serang, CS sempat mencoba berlari untuk menyelamatkan diri. Namun, jumlah anjing yang cukup banyak membuatnya terjatuh.
Setelah terjatuh, kawanan anjing liar tersebut terus menggigit tubuh korban di berbagai bagian. Serangan baru berhenti setelah seorang warga yang melintas berani mengusir anjing-anjing tersebut. Warga tersebut kemudian segera mengevakuasi korban ke tempat yang lebih aman.
4. Mengalami Luka Serius di Banyak Bagian Tubuh
Akibat serangan tersebut, korban mengalami luka serius. Terdapat luka robek di kepala yang harus di jahit, serta bekas gigitan di perut, tangan, dan kaki. Kondisi luka yang cukup parah membuat korban langsung di bawa ke puskesmas terdekat sebelum akhirnya di rujuk ke rumah sakit untuk penanganan lebih lanjut. Pihak medis menyebutkan bahwa luka yang di alami korban membutuhkan perawatan intensif.
5. Anjing Liar Diburu oleh Warga
Setelah kejadian, warga sekitar merasa geram dan khawatir akan keselamatan anak-anak lainnya. Mereka kemudian memburu kawanan anjing liar yang menyerang korban. Menurut Kepala Desa, kemungkinan anjing-anjing tersebut menyerang karena kelaparan. Ia juga menyebutkan bahwa ciri-ciri anjing tersebut tidak menunjukkan gejala rabies. Meski begitu, warga tetap mengambil tindakan untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali.
Read More : Terungkap! Insiden Truk Bbm Di Cianjur Yang Viral Akhirnya Ditangani Tuntas Oleh Pertamina!
Baca juga: Dinda Hauw Dan Rey Mbayang Cinta Alam! Siap Kenalkan Anak Lewat Camping Dan Pendakian Ringan!
6. Penanganan Medis dan Kondisi Terkini Korban
Kepala Puskesmas Campaka, Tito Nurtansah, menjelaskan bahwa korban mengalami banyak luka robek sehingga harus di rujuk ke RSUD Sayang. Di rumah sakit, korban mendapatkan penanganan berupa penjahitan pada luka terbuka, pemberian obat pereda nyeri, serta perawatan lanjutan. Kepala Humas RSUD Sayang, Raya Sandi, menyampaikan bahwa kondisi korban terus membaik. Setelah beberapa hari menjalani perawatan, korban akhirnya di perbolehkan pulang dan melanjutkan pemulihan di rumah dengan pengawasan keluarga.
Kasus Bocah Asal Cianjur di serang kawanan anjing liar ini menjadi peringatan bagi semua pihak tentang pentingnya menjaga keamanan lingkungan. Keberadaan hewan liar di sekitar permukiman perlu mendapat perhatian serius agar tidak membahayakan warga, terutama anak-anak. Peran masyarakat dan pemerintah setempat sangat di butuhkan untuk melakukan pengawasan, penertiban, serta edukasi agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.