Viral! Api Abadi Mrapen Mati, ESDM Kendeng Selatan Buka Suara

Api Abadi Mrapen Mati

Danhoppermedia.com – Api Abadi Mrapen di Desa Manggarmas, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan, mendadak jadi perbincangan hangat di media sosial. Pasalnya, sebuah video yang menunjukkan api legendaris tersebut padam viral dan menuai berbagai reaksi warganet. Banyak yang terkejut, karena selama ini Api Abadi Mrapen di kenal selalu menyala tanpa henti.

Read More : Momen Haru Seorang Anak Ajak Ayahnya Wisuda Setelah 15 Tahun Jadi Kuli Bangunan

Video tersebut pertama kali di unggah oleh akun TikTok @lnlita_ pada Minggu (18/1/2026). Dalam unggahan itu, terlihat tulisan “Maaf Api Sedang Dalam Perbaikan” di sekitar lokasi. Tak sedikit warganet yang berkelakar, menyebut api padam karena “gasnya habis”.

Video Viral dan Reaksi Warganet

Unggahan tentang padamnya Api Abadi Mrapen langsung menarik perhatian publik. Hingga akhir Januari 2026, video tersebut telah di sukai lebih dari 18 ribu pengguna dan di bagikan lebih dari 11 ribu kali. Dalam video itu, wisatawan tampak merekam kondisi tungku api yang tidak lagi menyala. Keterangan bercanda seperti “Gasnya habis bro belum beli lagi” semakin membuat konten tersebut ramai di perbincangkan.

Meski bernuansa humor, banyak masyarakat yang sebenarnya khawatir dengan kondisi ikon wisata Grobogan tersebut.bApi Abadi Mrapen bukan sekadar objek wisata biasa. Lokasi ini sering di gunakan sebagai sumber api untuk berbagai acara penting, mulai dari kegiatan olahraga hingga upacara nasional. Karena itu, padamnya api ini memicu rasa penasaran sekaligus kekhawatiran.

Penjelasan Resmi dari Cabdin ESDM Kendeng Selatan

Kepala Seksi Energi Cabdin ESDM Kendeng Selatan, Slamet Widodo, membenarkan bahwa Api Abadi Mrapen memang sedang padam. Namun, pihaknya belum bisa memastikan sejak kapan kondisi tersebut terjadi.

Menurut Slamet, hingga akhir Januari 2026, tim belum melakukan pengecekan langsung ke lokasi. Meski begitu, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Dinas ESDM Provinsi Jawa Tengah, khususnya bidang Energi Baru Terbarukan (EBT).

“Untuk sementara kami belum bisa memberikan keterangan detail sebelum turun langsung ke lokasi,” ujarnya. Rencananya, Cabdin ESDM Kendeng Selatan akan melakukan survei awal dan peninjauan lapangan pada awal Februari 2026. Survei ini bertujuan untuk mengetahui penyebab utama padamnya api serta menentukan langkah perbaikan yang tepat.

Sejarah Padamnya Api Abadi Mrapen Tahun 2020

Padamnya Api Abadi Mrapen bukanlah kejadian pertama. Pada September 2020, api ini juga sempat mati akibat kebocoran aliran gas di beberapa titik. Setelah di lakukan penelitian, di temukan sumber gas baru yang kemudian di alirkan kembali ke lokasi. Pada April 2021, api tersebut kembali di nyalakan oleh Gubernur Jawa Tengah saat itu, Ganjar Pranowo. Ia menegaskan pentingnya menjaga kawasan Mrapen sebagai aset daerah yang berharga.

Ganjar juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pengeboran sembarangan di sekitar lokasi. Aktivitas tanpa izin di nilai bisa merusak struktur tanah dan memicu kebocoran gas. Jika tidak di kontrol, kondisi tersebut berpotensi membuat api kembali padam. Selain itu, para ahli geologi menyebut sumber gas alam di Mrapen juga bisa di manfaatkan secara terbatas oleh warga sekitar, misalnya untuk kebutuhan warung. Namun, pemanfaatan ini harus tetap melalui pengawasan pemerintah.

Read More : Muhammadiyah Sudah Rilis Jadwal Imsakiyah, Berapa Hari Lagi Puasa 2026?

Baca juga: Detik-detik! Pemilik Alam Sutera The Ning King Meninggal Dunia Di Usia 94 Tahun!

Upaya Pemulihan dan Harapan ke Depan

Kepala Dinas ESDM Jawa Tengah, Sujarwanto Dwiatmoko, menjelaskan bahwa proses pemulihan Api Abadi Mrapen biasanya di lakukan secara bertahap. Salah satunya melalui survei geolistrik untuk mencari sumber gas di kedalaman tertentu, seperti yang pernah di lakukan pada 2021 di kedalaman sekitar 40 meter.

Jika hasil survei 2026 nanti menunjukkan adanya kebocoran atau gangguan aliran gas, maka perbaikan teknis akan segera di lakukan. Pemerintah daerah berharap, Api Abadi Mrapen bisa kembali menyala dan berfungsi seperti sediakala. Ke depan, peran masyarakat juga sangat di butuhkan. Dengan menjaga lingkungan sekitar, tidak melakukan pengeboran liar, dan ikut mengawasi kawasan, Api Abadi Mrapen bisa tetap lestari sebagai warisan alam dan budaya Grobogan.

Dengan kerja sama antara pemerintah dan warga, di harapkan fenomena padamnya Api Abadi Mrapen tidak lagi terulang dan ikon wisata ini bisa terus di nikmati generasi mendatang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *