Viral! Pasangan Gen Z Nikah Sederhana di KUA Tanpa Resepsi, Fokus Masa Depan Lebih Penting

Pasangan Gen Z

Danhoppermedia.com – Di tengah tren pernikahan mewah yang semakin marak, kisah pasangan Gen Z yang memilih menikah sederhana di Kantor Urusan Agama (KUA) justru mencuri perhatian publik. Tanpa pesta besar, tanpa dekorasi mahal, dan tanpa ribuan tamu undangan, mereka membuktikan bahwa makna pernikahan tidak terletak pada kemewahan, melainkan pada komitmen dan kesiapan membangun masa depan bersama.

Read More : Hoaks: Video Candi Borobudur Terbakar 3 Juni 2025 – Cek Fakta Ai Ungkap Manipulasi

Kisah ini viral setelah di bagikan melalui akun TikTok @adindaoktarinas. Dalam video tersebut, terlihat prosesi akad nikah yang berlangsung khidmat, sederhana, namun penuh makna. Unggahan ini pun langsung menuai beragam respons positif dari warganet.

Kisah Viral Pernikahan Sederhana di KUA

Pengantin wanita bernama Adinda Oktarina (26 tahun) menikah dengan pasangannya, Rizky Adi (28 tahun), pada 9 Januari 2026 di Bogor, Jawa Barat. Prosesi akad nikah di lakukan langsung di KUA dan hanya di hadiri oleh keluarga inti. Dengan busana sederhana namun tetap rapi dan elegan, keduanya fokus pada inti pernikahan, yaitu mengucapkan janji suci di hadapan penghulu. Tidak ada pelaminan mewah atau hiburan megah, tetapi suasana tetap terasa hangat dan mengharukan.

Adinda mengungkapkan bahwa pilihan menikah di KUA tanpa resepsi merupakan bentuk gaya hidup baru yang kini mulai banyak di pilih anak muda. “Pernikahan ala Gen Z, cukup di KUA saja yang penting sah, kurangi ego dan gengsi,” ujarnya.

Alasan Memilih Tanpa Resepsi Mewah

Keputusan untuk tidak menggelar pesta besar bukanlah keputusan sepihak. Adinda dan Rizky membicarakannya secara matang sejak awal, hingga akhirnya mencapai kesepakatan bersama. Menariknya, kedua keluarga juga memberikan dukungan penuh. Menurut Adinda, tren menikah di KUA tanpa resepsi sudah cukup banyak di lakukan sejak beberapa tahun terakhir.

“Dari tahun 2025 sudah banyak yang nikah di KUA, jadi orang tua juga mendukung,” ungkapnya. Selain soal tren, alasan utama mereka adalah soal prioritas. Bagi pasangan ini, menghabiskan dana besar hanya untuk satu hari di anggap kurang bijak jika di bandingkan dengan kebutuhan jangka panjang.

Fokus pada Masa Depan dan Kehidupan Setelah Menikah

Adinda menjelaskan bahwa keputusan menikah sederhana bukan semata-mata karena keterbatasan biaya. Justru, mereka ingin menggunakan dana yang ada untuk hal yang lebih penting setelah menikah. Alih-alih menghabiskan ratusan juta rupiah untuk resepsi, uang tersebut di alokasikan untuk kebutuhan rumah tangga, seperti mengisi perabotan rumah, tabungan, dan persiapan hidup mandiri.

Menurutnya, kehidupan setelah menikah jauh lebih panjang dan menantang di bandingkan satu hari pesta pernikahan. Oleh karena itu, kesiapan finansial dan mental menjadi hal utama yang harus di pikirkan sejak awal. “Life after married itu lebih panjang dan butuh banyak biaya,” ujarnya.

Inspirasi Bagi Pasangan Muda Masa Kini

Kisah Adinda dan Rizky menjadi inspirasi bagi banyak pasangan muda yang sering merasa tertekan oleh standar sosial. Tidak sedikit orang yang merasa harus menggelar pesta besar demi gengsi atau tuntutan lingkungan. Padahal, pernikahan seharusnya menjadi awal perjalanan hidup bersama, bukan ajang pamer kemewahan. Dengan konsep sederhana, pasangan bisa lebih fokus pada makna, tanggung jawab, dan tujuan hidup setelah menikah.

Read More : Fenomena Langka Awan Berbentuk Naga Bikin Warga Heboh

Adinda berharap kisahnya bisa membuka pola pikir generasi muda agar lebih bijak dalam merencanakan pernikahan. “Untuk yang mau menikah, usahakan lihat prioritas yang penting. Jangan cuma fokus di pesta,” pesannya.

Baca juga: Prajurit TNI Kena “Jam Komandan” Akibat Tuduh Penjual Es Gabus, Ini Penjelasannya

Viralnya pernikahan sederhana pasangan Gen Z di KUA ini membuktikan bahwa kebahagiaan tidak selalu harus mahal. Dengan konsep yang simpel, dukungan keluarga, dan tujuan hidup yang jelas, pernikahan tetap bisa berjalan khidmat dan bermakna.

Kisah Adinda dan Rizky mengajarkan bahwa membangun masa depan bersama jauh lebih penting daripada sekadar menggelar pesta mewah. Semoga cerita ini bisa menjadi inspirasi bagi pasangan lain untuk lebih berani memilih jalan hidup sesuai dengan kemampuan dan prioritas masing-masing.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *