Viral! Pria Ngaku Akamsi Palak Penjaga Warung di Bogor, Polisi Lakukan Penyelidikan

Penjaga Warung di Bogor

Danhoppermedia.com – Sebuah video yang memperlihatkan aksi pemalakan terhadap penjaga warung di Bogor, Jawa Barat, mendadak viral di media sosial. Dalam video tersebut, terlihat dua orang pria mengaku sebagai “akamsi” atau anak kampung sini saat meminta rokok secara paksa. Peristiwa ini pun memicu perhatian publik karena di nilai meresahkan warga sekitar.

Read More : Siapa Sangka! Anak Menkeu Purbaya Singgung Alasan Indonesia Banyak Kasus Korupsi, Unggahan Viral!

Kasus viral pria ngaku akamsi palak penjaga warung di Bogor ini kini tengah di telusuri oleh pihak kepolisian untuk mengungkap identitas pelaku dan memastikan keamanan masyarakat.

Kronologi Kejadian Pemalakan di Warung Desa Parigi Mekar

Berdasarkan informasi yang beredar, kejadian tersebut berlangsung di sebuah warung yang berada di Desa Parigi Mekar, Kecamatan Ciseeng, Kabupaten Bogor. Peristiwa ini terjadi pada Selasa (27/1/2026) dini hari dan baru viral beberapa hari kemudian. Dalam video yang beredar, kedua pria tersebut awalnya datang ke warung dan meminta rokok kepada penjaga. Permintaan mereka bukan sekadar satu atau dua bungkus, melainkan hingga lima bungkus rokok sekaligus.

Penjaga warung sempat menolak karena jumlah permintaan yang tidak wajar. Penolakan tersebut kemudian memicu ketegangan antara penjaga warung dan kedua pria itu. Salah satu pelaku bahkan mencoba masuk ke dalam warung, membuat situasi semakin mencekam. Karena merasa terancam, penjaga warung akhirnya memberikan rokok yang diminta. Keputusan ini di ambil demi menghindari konflik yang lebih besar.

Pelaku Mengaku Akamsi, Namun Tidak Dikenal Warga

Dalam narasi video, kedua pria tersebut mengaku sebagai “akamsi” atau warga setempat. Istilah ini biasanya di gunakan untuk menunjukkan bahwa seseorang berasal dari lingkungan sekitar. Namun, saat penjaga warung mengonfirmasi ke pihak RT setempat, ternyata tidak ada warga yang mengenali kedua pelaku tersebut. Hal ini menimbulkan dugaan bahwa pengakuan sebagai akamsi hanya di jadikan alasan untuk menakut-nakuti korban.

Modus seperti ini di nilai cukup sering terjadi, di mana pelaku berpura-pura menjadi warga lokal agar korban merasa sungkan atau takut melawan.

Polisi Lakukan Penyelidikan dan Pengecekan Lokasi

Menanggapi viralnya video tersebut, pihak kepolisian langsung bergerak cepat. Kapolsek Parung, Kompol Maman Firmansyah, membenarkan bahwa jajarannya telah melakukan pengecekan ke lokasi kejadian. Menurut keterangan awal, peristiwa bermula saat salah satu pelaku meminta lima bungkus rokok kepada penjaga warung. Karena permintaan tersebut ditolak, situasi pun berubah menjadi tegang.

Yang lebih mengkhawatirkan, salah satu pelaku di duga mengeluarkan senjata tajam jenis celurit. Tindakan ini membuat penjaga warung merasa terancam dan tidak memiliki pilihan selain menuruti permintaan mereka. Pihak kepolisian saat ini masih mengumpulkan bukti, memeriksa saksi, serta menelusuri identitas pelaku berdasarkan rekaman video yang beredar.

Dampak Kejadian bagi Warga dan Imbauan Kepolisian

Kasus viral pria ngaku akamsi palak penjaga warung di Bogor ini menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat, khususnya para pemilik warung yang beroperasi hingga malam hari. Banyak warga berharap pihak kepolisian segera menangkap pelaku agar kejadian serupa tidak terulang. Selain itu, masyarakat juga di imbau untuk lebih waspada dan segera melapor jika mengalami atau melihat tindakan kriminal.

Read More : 8 Hari Pencarian Korban Longsor Cisarua, 60 Kantong Jenazah Ditemukan, 44 Teridentifikasi

Pihak kepolisian mengingatkan agar warga tidak ragu menghubungi aparat setempat jika merasa terancam. Kerja sama antara masyarakat dan aparat hukum di nilai penting untuk menjaga keamanan lingkungan.

Baca juga: Kapal Induk AS Dekati Iran, Polisi-TNI Tak Cukup Cuma Minta Maaf ke Penjual Es Gabus

Kesimpulan

Viralnya aksi pemalakan yang di lakukan pria yang mengaku akamsi di Bogor menjadi peringatan serius bagi semua pihak. Kejadian ini menunjukkan bahwa tindak kriminal bisa terjadi kapan saja, bahkan di lingkungan yang terlihat aman.

Dengan adanya penyelidikan dari pihak kepolisian, di harapkan pelaku segera tertangkap dan situasi kembali kondusif. Masyarakat pun di harapkan tetap waspada, saling menjaga, dan tidak segan melapor demi menciptakan lingkungan yang lebih aman dan nyaman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *